Sejumlah buruh melakukan long march
memperingati Hari Buruh 2015 di Jalan Ahmad Yani Kota Bekasi, Jumat (1/5).
Foto: Ariesant/Radar Bekasi/JPNN
JAKARTA – Rencana para buruh membentuk
partai terus dimatangkan. Tahun depan, partai buruh itu akan dideklarasikan.
Alasannya, buruh merasa selama ini aspirasinya kurang terwakili oleh partai
politik yang ada.
Sebelum berbentuk parpol, buruh akan
lebih dulu membentuk ormas. "Ormas dulu, tahun depan kita persiapkan jadi
partai," ujar Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia
(KSPSI) Andi Gani Nena Wea saat peringatan Hari Buruh di depan Istana Negara,
Jakarta, Jumat (1/5).
Dia menjelaskan, dibentuknya partai
buruh karena partai yang ada saat ini kurang menyampaikan dan merealisasikan
aspirasi mereka.
"Kami tidak percaya partai yang
ada. Kami perlu anggota di parlemen sendiri," ucapnya. Dengan adanya
partai buruh, aspirasi atau tuntutan buruh bisa cepat direspons.
Namun, Andi belum menyebutkan nama
partai yang akan digunakan. Yang jelas, tidak menggunakan nama partai buruh.
"Namanya masih rahasia," katanya.
Demikian juga mengenai siapa sosok yang
akan memimpin partai tersebut. Andi belum mau menyebutkannya meski sudah ada
nama yang dipersiapkan. "Ada sahabat buruh lah, yang lagi berkuasa
sekarang," ungkapnya singkat.
Dia optimis partai bisa meraih dukungan
suara pada pemilu mendatang. Alasannya, suara buruh di Indonesia mencapai
hampir 100 juta. Jika partai dijalankan dengan serius, dia menjamin akan
mendapatkan 50 persen kursi di parlemen.
"Kami berkeyakinan mereka tidak mau
lagi menumpang di rumah orang," tandasnya. (Desyinta/fal)

