Humas Tak Mau Kalah Dengan Public Relation Swasta



BuanaPost.Com, Jakarta “Humas adalah komunikator publik,” kata-kata itulah yang selalu diingatnya. Menjadi penjembatan antara masyarakat dan pemerintah ternyata tidak mudah. Bukan berarti menyerah, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Dodi Riatmadji justru tak ingin kalah dengan public relation perusahaan swasta.
Tantangan terberat kehumasan instansi pemerintah sekarang adalah media sosial. Pengaruh dunia nirkabel ini sangat besar dalam membentuk opini masyarakat. Jika tak diimbangi dengan pranata humas yang memumpuni, maka arah informasi justru akan dikuasai media massa.

Dalam acara Temu Badan Kordinasi Humas (Bakohumas) di Surabaya 17 – 18 November kemarin Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) mempercayakan posisi Ketua Bidang Antarlembaga dan Advokasi Bakohumas kepada eselon 2 Kemendagri tersebut. Sekarang seperti apa upaya Dodi membangun kehumasan pemerintah? Berikut wawancaranya.

Apa hasil dari Temu Bakohumas kemarin?

Acara kemarin berlangsung di Surabaya. Dalam sesi pembukaan oleh Menteri Pemberdayaan Aparatur Sipil Negera dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Yuddi Crisnandi ada pesan kepada para humas agar melakukan revolusi mental. Bidang ini harus melakukan perubahan besar sebab fungsinya tak lagi sama seperti jaman dulu, hanya sebatas informasi kepada media massa saja. Sekarang ada media sosial yang punya pengaruh besar.

Sebesar apa pengaruh media sosial?

Jadi dalam kegiatan Temu Bakohumas itu, ada sejumlah materi disampaikan pakar-pakar media, termaksud Tim Komunikasi Presiden, Ary Dwipayana. Dalam paparan para ahli itu, intinya media massa, khususnya cetak/koran pengaruhnya mulai turun. Sekarang ini media sosial paling berperan. Jangkauannya luas dan seluruh lapisan masyarakat dapat mengaksesnya. Lihat saja contoh kasus Ketua DPR, Setya Novanto, infonya ada 50ribu netizen media sosial mendorong dia untuk melepas jabatannya sebagai pimpinan dewan.

Bagaimana peran humas ke depan menghadapi tantangan tersebut?

Humas yang ada sekarang itu, dalam perspektif perubahan mental, harus menjadi komunikator publik. Lalu memperbaiki diri, mulai dari masing-masing individu pranata humas maupun perubahan mindset kelembagaan. Ke depannya, humas bukan lagi sebagai penyampai informasi dari pimpinan instansi, namun juga menyerap aspirasi masyarakat. Lalu menyampaikannya ke pejabat instansi supaya lahir kebijakan tertentu.

Seperti apa masalah pada humas kementerian/lembaga atau pemerintah saat ini?

Saya tidak muluk-muluk, di kantor ini saja (Kemendagri), lingkup kehumasan sedikit sekali diisi oleh orang-orang yang mempunyai kompetensi dan kemampuan di bidang pranata kehumasan. Atau setidaknya punya dasar pendidikan komunikasi. Makanya, Kemenkominfo tengah menyeleksi tenaga kehumasan untuk dapat membantu kinerja humas di setiap kementerian nantinya. Semoga bisa membantu pranata humas di masing-masing instansi.

Benarkah peran humas sekarang kurang berjalan?

Begini misalnya, di Kementerian Keuangan (Kemenkeu), bidang humasnya dinilai sangat berperan. Mereka berhasil memperoleh berbagai penghargaan. Namun, kurang berhasil mengangkat nama pimpinan. Sedangkan di Kemendagri sendiri, peran humas saya anggap belum terlalu optimal, tapi Mendagri Tjahjo Kumolo punya prestasi baik di mata masyarakat. Lihat saja, ranking pak Mendagri di atas pak Menkeu.

Sekarang Anda terpilih sebagai Kabid Antarlembaga dan Advokasi Bakohumas, upaya seperti apa untuk membangun kehumasan pemerintah?

Masa jabatannya saya selama 5 tahun mulai dari 2015 - 2019. Dalam pengangkatan pengurus baru ini, Menkominfo, Rudiantara mengatakan, para ketua bidang harus menyusun program yang realistik, terukur dan terlihat perkembangannya setiap tahun. Harapannya ketua bidang bisa bekerja sebaik-baiknya. Rencanannya pekan depan saya mau undang rapat, tim saya di bidang ini ada dari humas BIN, Pertamina, Ombudsman, Kemenkominfo dan Kementerian Perdagangan. Mudah-mudahan bisa segera konsolidasi susun program.

Gambaran program kerja di bidang ini mau seperti apa?

Gambaran saya itu, nanti kami akan bicarakan dengan anggota. Kita sama-sama memikirkan untuk menyusun program. Saya selaku ketua akan menawarkan konsep bagaimana membuka ruang komunikasi yang efektif. Misalnya penyampaian inforasi secara pararel. Contoh kalau pemberitaan di website itu, Kemendagri tak hanya menyampaikan kabar internal saja, tapi bagaimana kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan pemerintahannya.

Alasan untuk mendorong program ini apa?

Supaya hubungan komunikasi antarlembaga bisa optimal. Jangan sampai terjadi, pengalaman saya menyusun UU, di era 2004 dengan 2014 berbeda sekali. Dulu misalnya, semua kementerian terkait dengan subtansi UU itu saling mendukung, pada 2014 itu malah tidak, sebab tak ada komunikasi yang baik.

Jadi bapak siap mengembangkan kehumasan pemerintah?

Insya Allah, bismillah...saya siap.


Sumber :Puspen Kemendagri
Bagikan berita :
 
Supported by : Creating Website | MENOREH . Net - Media Partner
Copyright © 2013. BUANA POST.Com - All Rights Reserved
Created by News BUANA.Com
KONTAK REDAKSI