Bus
kota jurusan Km 12-Pusri kosong sedang menunggu penumpang di depan mal
International Plaza, Rabu (29/4/2015).
PALEMBANG - Niat Pemerintah Kota Palembang
melalui Dinas Perhubungan untuk menyetop bus-bus angkutan kota beroperasi
dinilai suatu bentuk diskriminasi.
Hal
tersebut benar-benar ditolak sopir-sopir bus kota yang sehari-hari
menggantungkan hidup menjadi sopir bus kota.
"Kami
mau kerja apa pak kalau bus kota tidak boleh beroperasi, apa pemerintah itu
tidak berfikir bagaimana nasib kami. Seakan kami didiskriminasi oleh Bus Trans
Musi, kami juga butuh makan," ungkap Wawam seorang sopir bus jurusan KM
12-Pusri, Rabu (29/4/2015).
Rencana
tersebut, menurut Wawan bentuk upaya pemerintah membunuh sopir-sopir bus secara
perlahan.
Harusnya,
pemerintah itu meningkatkan transportasi massal, meningkatkan fasilitas bukan
dihapuskan.
"Kami
menolak dan kami tidak terima," tegasnya. (CANDRA OKTA DELLA)
SUMBER:
SRIPOKU.COM

