JAKARTA.
Festival Kota Tua kembali digelar. Tahun ini, panitia mengambil tema
tempoe doeloe yang menampilkan kebudayaan betawi pada tahun 1950-1970.
Ternyata, tidak hanya kebudayaan betawi yang ditampilkan, kebudayaan
Tionghoa pun turut dihadirkan dalam festival ini.
Kepala Seksi
Pergelaran dan Pameran Suku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jakarta
Barat, Wawan Hermawan mengatakan, untuk menghormati banyaknya warga
etnis Tionghoa yang tinggal di sekitar kawasan Kota Tua, pihaknya turut
menghadirkan kebudayaan etnis Tionghoa dalam pagelaran ini. "Karena kan di Jakarta Barat ini banyak etnis Tionghoa yang tinggal, contohnya bisa dilihat di Pasar Glodok. Sehingga setiap ada pagelaran di kota tua ikut kami tampilkan kebudayaan Tionghoa," ucap Wawan saat ditemui di lokasi, Minggu (9/11).
Kebudayaan Betawi yang
ditampilkan yakni Gampang Kromong, silat Betawi, lenong dan tari-tarian
khas betawi serta drama musikal kolosal Palang Dade tentang Imam Syafei
atau lebih dikenal dengan Bang Pii.
Tokoh bernama Bang Pii tersebut merupakan preman Pasar Senen yang diangkat menjadi Menteri Pertahanan dan Keamanan saat pemerintahan Soekarno.
Sementara itu, etnis Tionghoa menampilkan pertunjukan wushu, barongsai dan stand khusus yang menampilkan kebudayaan Tionghoa.
Festival yang berlangsung sejak kemarin ini diharapkan untuk memunculkan apresiasi dari masyarakat terhadap kebudayaan tempo dulu. Selain itu, acara ini memberikan tambahan lapangan pekerjaan bagi para pekerja seni Jakarta Barat.
Tokoh bernama Bang Pii tersebut merupakan preman Pasar Senen yang diangkat menjadi Menteri Pertahanan dan Keamanan saat pemerintahan Soekarno.
Sementara itu, etnis Tionghoa menampilkan pertunjukan wushu, barongsai dan stand khusus yang menampilkan kebudayaan Tionghoa.
Festival yang berlangsung sejak kemarin ini diharapkan untuk memunculkan apresiasi dari masyarakat terhadap kebudayaan tempo dulu. Selain itu, acara ini memberikan tambahan lapangan pekerjaan bagi para pekerja seni Jakarta Barat.
SIMBER: MERDEKA.COM

